Alat Yang Digunakan Untuk Membalut Luka Yang Sudah Ditutup Kasa Steril Adalah

Alat yang digunakan untuk membalut luka yang sudah ditutup kasa steril adalah perban

Alat yang digunakan untuk membalut luka yang sudah ditutup kasa steril adalah perban. perban sangat mudah didapatkan di apotek terdekat di rumah anda.

Cedera terbuka yang keluarkan darah dapat terjadi kapan pun dan dimanapun. Ini tidak dapat kita kira sepele. Salah pengatasan dapat mengakibatkan pendarahan sampai memunculkan infeksi. Karena itu, penting untuk kita untuk ketahui langkah perban cedera yang betul. 

Mengenal Jenis Perban dan Fungsinya

Perban dipakai untuk tutup cedera. Tetapi, tahukah Anda jika perban tidak dapat dipakai kesemua jenis cedera? Masing-masing perban memilki peranan dan manfaatnya tertentu dalam pengatasan cedera dan cedera.

Salah satunya hal yang tentukan jenis perban yang penting dipakai untuk membalut cedera ialah lokasi cedera. Selainnya pilih jenis dan ukuran perban, Anda pun perlu ketahui tehnik pemakaian perban pada cedera sebagai sisi dari cara perawatan cedera.

Mengenal Jenis Perban dan Fungsinya

Penggunaan perban yang keliru bisa menyebabkan kerusakan kumpulan sel tubuh selanjutnya. Pada beberapa kasus, kekeliruan dalam menjaga cedera, terhitung dalam memakai perban, dapat tingkatkan resiko amputasi.

Tiga Jenis Perban yang Perlu Dijumpai


Supaya tidak terserang debu dan kotoran, umumnya cedera ditutup dengan perban. Saat sebelum memakai perban, Anda disarankan untuk bersihkan cedera untuk menahan infeksi dan memakai kain kassa steril untuk tekan pendarahan bila dibutuhkan.

Berikut ialah beberapa jenis perban yang bisa diputuskan sama sesuai lokasi dan jenis cedera yang penting dibalut:

Perban gulung


Perban gulung terdiri dari tiga jenis, yaitu perban dari kain lembut dan memiliki pori, perban plastis, dan perban krep.

Perban yang dibuat dari kain lembut dan memiliki pori bisa menyalurkan udara yang baik sekali, tetapi tidak memberi penekanan besar pada cedera dan tidak bisa menyokong persendian.

Sementara perban plastis sebagai perban gulung yang bisa sesuaikan dengan wujud anggota badan. Perban ini memiliki sifat lentur dan memberi penekanan disekitaran cedera untuk kurangi merasa sakit dan bengkak. Perban plastis biasanya dipakai untuk tutup cedera dan menyokong cedera jaringan, seperti keseleo.

Dan, perban krep ialah jenis perban gulung yang pas dipakai untuk memberi bebatan kuat pada cedera sendi.

Perban tubular


Perban tubular sebagai perban berupa tabung dengan lubang di tengah-tengahnya. Perban jenis ini dipakai untuk meredam bebatan pada jemari tangan atau kaki dan menyokong sendi yang cedera. Meskipun begitu, perban tubular tidak bisa dipakai untuk hentikan pendarahan.

Perban tubular dibuat dari kain yang lembut. Untuk persendian pada pergelangan kaki, Anda dapat memakai perban tubular yang plastis. Dan perban tubular dari kain kassa bisa dipakai untuk cedera atau cedera pada jemari tangan dan kaki.

Saat sebelum tempatkan perban tubular, Anda bisa mengguntingnya sama sesuai ukuran anggota badan yang cedera. Beberapa perban tubular ada dengan piranti khusus yang ditaruh di atas anggota badan yang cedera untuk menolong penempatan perban.

Perban segitiga


Perban segitiga biasanya bisa dipakai sebagai penyangga anggota badan tertentu, seperti siku dan lengan yang alami cedera. Perban ini dapat juga menolong untuk menjaga status perban penutup cedera.

Penempatan perban segitiga dapat diawali dengan minta orang yang cedera untuk menempatkan lengan mereka di dadanya. Kemudian, Anda mulai bisa tempatkan perban di bawah lengannya dan balutkan ke belakang lehernya.

Tempatkan setengah sisi perban yang lain melalui lengan, hingga ujung atasnya berjumpa dengan segi perban yang lain di pundak. Lantas, ikatkan dengan membuat simpul. Anda dapat masukkan ujung perban yang masih ada ke sisi lengan atau jaga terletak dengan memasangkan peniti atau pencapit.

Untuk cedera atau cedera pada bagian tangan, lutut, atau wilayah yang lain beresiko tercemar kotoran, karena itu harus dibalut dengan pita perekat dan kain kassa steril supaya cedera cepat pulih.

Panduan Pemakaian Perban


Selainnya pas pilih jenis perban berdasar cedera yang dirasakan, juga penting untuk ketahui langkah memakai perban. Berikut ialah beberapa panduan pemakaian perban yang harus dipahami:

  • Bersihkan tangan saat sebelum memakai perban
  • Yakinkan ukuran perban sudah sesuai anggota badan atau cedera yang hendak dibalut
  • Lekatkan perban, tapi tidak boleh terlampau ketat untuk jaga perputaran udara dan saluran darah masih tetap lancar disekitaran anggota badan yang alami cedera atau cedera
  • Ikatlah ujung bebatan paling akhir dengan ikat simpul, dan pakai clip perban atau perekat untuk amankan bebatan
  • Sesudah cedera dibalut oleh perban, janganlah lupa untuk menukar perban dengan teratur tiap hari atau saat telah basah dan kotor, supaya cedera masih tetap kering dan bersih
  • Untuk cedera yang lumayan lebar, pakai perban oklusif atau semi oklusif buat jaga cedera masih tetap lembap dan kurangi berlangsungnya sisa cedera


Beberapa cedera kemungkinan memerlukan pemberian salep, misalkan salep antibiotik, petrolleum jelly, atau salep untuk cedera bakar. Penyeleksian jenis salep ini disamakan dengan jenis dan keparahan cedera.

Jauhi pemakaian baluran jamu atau tanaman herbal tertentu saat tutup cedera dengan perban. Ini karena cara itu beresiko mengakibatkan cedera susah pulih dan terkena.

Penting untuk pilih jenis perban yang sesuai cedera, supaya penyembuhan cedera berjalan secara baik dan cepat. Beragam jenis perban dapat Anda beli ke apotek atau toko alat kesehatan. Tetapi ingat, bila cedera yang Anda punyai ialah jenis cedera berat, seharusnya kontrol ke dokter untuk memperoleh pengatasan yang tepat.

Tipe cedera yang penting diperban

Ada beragam tipe cedera yang kemungkinan memerlukan pengatasan berlainan. Cedera lecet kecil atau guratan kemungkinan tidak membutuhkan perban.

Namun, pada cedera yang lebih dalam dan besar, seperti cedera terbuka, perlu pembalut cedera sebagai bantuan pertama untuk hentikan pendarahan, sekalian menanti kontribusi klinis. Apa lagi bila cedera keluarkan darah yang lumayan banyak.

Itu penyebabnya, perlu ketahui langkah membalut cedera yang betul supaya tidak banyak kehilangan darah.

Langkah membalut cedera yang betul

Sebagai tehnik bantuan pertama paling dasar, kita perlu pahami langkah membalut cedera yang betul. Masalahnya cedera bisa jadi terjadi tanpa kita mengetahui.

Berikut langkah perban cedera yang penting dimengerti langkah setiap langkah:

Stop pendarahan


Cedera yang keluarkan banyak darah atau pendarahan dapat mengakibatkan terguncang dan berpengaruh fatal. Bila kita merasakannya, selekasnya kontak dokter untuk bantuan intens.

Sekalian menanti bantuan klinis tiba dan tutup cedera dengan perban, kita perlu lebih dahulu hentikan pendarahan pada cedera.

Kita dapat tekan tempat cedera terbuka yang keluarkan darah dengan kain bersih, kasa, atau tisu steril.

Yakinkan saat sebelum mengaplikasikan beragam langkah membalut cedera, telah membersihkan tangan lebih dahulu dengan sabun dan air mengucur. Memakai sarung tangan khusus dapat menjadi opsi.

Yang paling penting, harus percaya jika tangan kita steril. Karena, bila tidak, ada resiko infeksi bakteri yang masuk ke cedera terbuka.

Bersihkan cedera


Bila pendarahan bisa terselesaikan, cara seterusnya dalam tata langkah perban cedera ialah bersihkan cedera.

Saat sebelum tutup cedera dengan perban, yakinkan untuk bersihkan cedera dan tempat sekelilingnya sama air mengucur sepanjang 5-10 menit.

Rendamlah kain kasa dengan cairan saline, lalu seka ke tempat cedera secara perlahan-lahan. Sesudahnya, tepok-tepuk tempat cedera secara halus dengan handuk atau kasa sampai kering.

Perawatan cedera ini mempunyai tujuan hilangkan kotoran hingga tidak masuk ke cedera yang dapat tingkatkan resiko infeksi.

Bila ada partikel lain dalam cedera seperti pecahan kaca atau kerikil, dapat memakai pinset untuk mengeluarkannya. Namun, bila benda yang menancap lumayan besar, seharusnya kita tidak mengambilnya. Tunggu sampai memperoleh bantuan klinis.

Masalahnya beberapa benda yang menancap saat terjadi cedera malah menahan kita dari pendarahan yang lebih luar biasa.

Bila cukup percaya, cedera yang terjadi lumayan ringan dan dapat ditangani sendiri di dalam rumah, keringkan tempat cedera dengan handuk atau kain bersih sesudah membersihkan. Keringkan dengan menepuk halus. Tidak boleh menggosok cedera.


Membalut cedera


Membalut cedera mempunyai tujuan membuat perlindungan cedera terbuka dari gesekan baju atau kontaminasi kotoran yang mempunyai potensi memunculkan infeksi.

Disamping itu, pembalut cedera berperan mempernyerap atau meredam darah yang mungkin keluar sesudah cedera dibikin bersih.

Langkah membalut cedera yang umum dengan memakai perban dari kassa steril yang ukuran sudah disamakan sama ukuran cedera kita. Sesudahnya, pakai plester perekat di sejumlah segi pembalut cedera supaya tidak terlepas. Namun, yakinkan tidak merekatkannya terlampau kencang dan pakai yang tahan terhadap air.

Sebagian orang kemungkinan memakai obat merah pada cedera saat sebelum diperban. Tetapi, ini tidak jadi fokus utama dan umumnya cuman diutamakan pada tipe cedera tertentu.

Riset sebelumnya dalam jurnal BioMedicine malah mengatakan jika pemakaian obat merah dengan bahan dasar iodine malah dapat membuat kulit iritasi dan berbeda warna.

Langkah menukar perban cedera


Dalam perawatan cedera, selainnya langkah membalut, kita harus juga memahami langkah melepaskan dan menukar perban yang lekat di cedera. Cedera terbuka umumnya akan basah dan memungkinkan membuat lekat pada permukaan kasa.

Kita perlu menukar perban cedera tiap hari atau bahkan juga seringkali dalam satu hari bila perban terlihat basah. Langkah ini menahan perban jadi lekat ke cedera, sekalian mengawasinya masih tetap kering dan bersih.

Untuk menukar perban cedera, ada cara-cara dan cara yang penting kita turuti, yakni:

  • Bersihkan tangan dengan sabun dan air mengucur atau pakai sarung tangan khusus untuk menahan infeksi
  • Bebaskan plester yang merekat pada kasa dan angkat bebatan kasa dengan berhati-hati
  • Langkah melepaskan perban yang lekat di kulit dengan membasahinya menggunakan air hangat
  • Buang plester, kasa, dan sarung tangan yang sudah digunakan ke kantung plastik tertutup
  • Potong kasa steril seukur cedera, selanjutnya tutup cederanya
  • Lekatkan perekat supaya penutup cedera tidak berubah
  • Selainnya pahami langkah menukar perban, yakinkan tempatkan peralatan cedera kita di lokasi yang steril.

Proses pengobatan cedera bervariatif, bergantung tipe cederanya. Pada cedera pascaoperasi misalkan, butuh waktu sekitaran 8-12 minggu sampai cedera betul-betul jadi kering dan tidak memerlukan perban kembali.

Beberapa macam cedera kemungkinan tidak dapat diatasi sendiri di dalam rumah. Itu penyebabnya, selekasnya mencari bantuan klinis bila:

Cedera keluarkan darah fresh atau darah memancar keluar


Cedera tusukan di kepala, leher, dada, perut, panggul, atau punggung dengan kedalaman lebih dari 2 cm
Cedera tusukan yang dalam di lengan di atas siku atau kaki di atas lutut
Tidak boleh coba mengambil benda dari cedera tusuk yang cukup dalam. Ini malah dapat mengakibatkan timbulnya pendarahan.

Ketahui langkah menukar perban cedera sendiri menjadi bantuan pertama saat kita atau orang paling dekat alami cedera. Ini dapat terhindar dari pendarahan luar biasa dan peluang infeksi dari kontaminasi kotoran pada cedera terbuka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *